Perbedaan Handsanitzer dan Disinfektan


Penyebaran virus corona covid-19 menjadi satu hal yang diwaspadai oleh publik. Dengan melakukan tindakan pencegahan, maka penyebaran virus corona covid-19 dapat ditekan dengan maksimal.

Salah satu caranya adalah dengan memutus mata rantai kehidupan virus yang dapat hinggap sementara pada benda-benda ataupun anggota tubuh.

Tindakan pencegahan penularan virus dapat dilakukan dengan menggunakan hand sanitizer dan disinfektan. Memang, kedua cairan ini memiliki fungsi yang sama yakni dapat membunuh kuman, bakteri, dan virus.

Namun, terdapat beberapa perbedaan mendasar yang perlu diketahui agar Anda tidak salah dalam memanfaatkannya. Berikut rangkuman 5 perbedaan dari hand sanitizer dan cairan disinfektan:

1. Fungsi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hand sanitizer dan cairan disinfektan merupakan campuran dari bahan-bahan kimia yang dapat membunuh bakteri, virus, dan kuman. Tetapi, hand sanitizer digunakan untuk melakukan sterilisasi pada anggota tubuh yang rentan menjadi sumber bakteri, yaitu tangan. Sedangkan disinfektan digunakan untuk membersihkan bakteri, virus, dan kuman, yang menempel pada benda-benda di sekitar Anda, seperti meja, gawai, atau uang. Dengan begitu, virus, kuman, dan bakteri tersebut tidak dapat menyebar dan menjadi penyebab gangguan kesehatan pada tubuh Anda seperti covid-19.

 2. Bahan

Hand sanitizer dan disinfektan memang terbuat dari bahan-bahan kimia yang dianggap mampu membuhun kuman, bakteri dan virus. Biasanya bahan yang digunakan untuk hand sanitizer mengandung alkohol 60 sampai 100 persen, etanol, gliserol, dan hidrogen peroksida. Ada juga bahan tambahan lainnya untuk melembabkan kulit tangan seperti aloe vera dan vitamin D.

Disinfektan umumnya menggunakan bahan kimia berupa senyawa klorin, hidrogen peroksida, creosote, dan alkohol.  Berbeda dengan hand sanitizer, disinfektan memiliki kandungan biosida yang cukup tinggi. Sedangkan kadar alkohol pada disinfektan justru lebih rendah dibandingkan dengan hand sanitizer.

3. Manfaat 

Berdasarkan istilahnya, hand sanitizer merupakan cairan pembunuh kuman, virus, dan bakteri yang menempel sementara pada anggota tubuh manusia. Sehingga hand sanitizer bekerja sebagai antiseptik yang efektif jika digunakan pada tubuh untuk mencegah bakteri, kuman, dan virus. Maka, penggunaan hand sanitizer pada benda tidak akan membunuh bakteri, kuman, atau virus yang menempel. 

Sebaliknya, disinfektan merupakan cairan pembersih kuman, bakteri, dan virus yang tidak hinggap pada makhluk hidup, tetapi pada permukaan benda. Disinfektan hanya dapat digunakan untuk mematikan kuman, bakteri, dan virus, pada permukaan benda.

4. Cara Penggunaan 

Untuk menggunakan hand sanitizer, Anda perlu mengambil 2-3 tetes cairan. Kemudian aplikasikan pada seluruh permukaan tangan mulai dari telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan di bawah kuku. 

Sedangkan disinfektan perlu diseprotkan pada benda-benda yang sering Anda sentuh. Semprotkan cairan disinfektan sebanyak 2 kali dalam sehari. Hindari menyemprotkan disinfektan pada makhluk hidup karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

5. Waktu Penggunaan

Anda bisa menggunakan hand sanitizer ketika hendak melakukan aktivitas yang tidak memungkinkan untuk mencuci tangan. Misalnya seperti sebelum dan setelah makan atau setelah dari toilet. Ituah yang membuat hand sanitizer lebih sering digunakan oleh Anda untuk menghindari kuman, bakteri, dan virus. Lalu pada disinfektan, semprotkan 2 kali dalam sehari. Waktu yang tepat untuk menyemprotkan disinfektan adalah pagi hari sebelum memulai aktivitas, dan sore atau malam hari setelah beraktivitas.


 







Soirce: www.kalcare.com

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan komentar, tolong sopan ya :')

Recent Posts