Teh Antioksidan

 

    Selain teh pada umumnya yang biasa dikonsumsi masyarakat sehari-hari yang berasal dari daun teh. Ada pula teh jenis lainnya, yaitu teh dari tanaman herbal. Perbedaannya teh herbal bisa berasal dari berbagai tanaman herbal maupun campuran herbal.

    Tanaman herbal banyak mengandung senyawa yang menyehatkan bagi tubuh. Salah satunya yaitu senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan merupakan senyawa yang bisa menangkal radikal bebas untuk mencegah kanker. Berikut merupakan berbagai tanaman herbal yang bisa diolah menjadi teh herbal:


1. Daun Kelor


    Teh herbal daun kelor sudah terbukti memiliki banyak khasiat bagi tubuh oleh banyak penelitian. Kandungan antioksidan pada daun kelor dapat mengatasi peradangan. Senyawa antioksidan yang terdapat pada daun kelor yaitu polifenol, asam askorbat, flavonoid, dan karotenoid. Sedangkan senyawa yang bersifat mencegah kanker pada daun kelor yaitu eugenol.

    Selain senyawa antioksidan, daun kelor juga baik dikonsumsi untuk orang dengan penyakit jantung, gula darah dan sebagai pengatur hormon tiroid.

    Cara mengolahnya menjadi teh yaitu dengan mengeringkan daun kelor yang sudah dicuci di ruang terbuka sampai kering. Kemudian haluskan daun kelor yang telah kering merata. Cukup ambil satu sampai 2 sendok makan bubuk daun kelor dan seduh dengan air panas. Apabila ingin memperbaiki cita rasanya bisa tambahkan stevia maupun madu sesuai kebutuhan.

 2. Daun Mangga

    Bukan hanya buah manga yang kaya akan vitamin, ternyata daun manga juga memiliki berbagai manfaat. Daun mangga mengandung fenolik dan flavonoid yang termasuk dalam senyawa antioksidan. Selain itu daun mangga yang diolah menjadi teh herbal juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, diabetes, maupun mengobati batu ginjal.

    Cara membuat teh daun mangga yaitu cuci bersih daun mangga. Kemudian hancurkan dan tambahkan air secukupnya. Rebus sampai air menjadi berkurang setengahnya. Teh daun mangga siap dikonsumsi.

 3. Daun Alpukat


    Hasil penelitian daun alpukat menunjukkan bahwa kandungan senyawa kimia ditemukan senyawa aktif seperti saponin, tanin, flavonoid, alkaloid, dan polisakarida. Ekstrak etanol pada daun alpukat dapat menghambat pertumbuhan sel kanker leher rahim atau sel Hela. Selain itu sering mengonsumsi daun alpukat dapat mencegah penuaan dini.

    Cara mengolah daun alpukat menjadi minuman teh herbal yaitu dengan cara cukup merebus lima lembar daun alpukat dengan dua gelas air. Setelah mendidih, dan air rebusan berkurang menjadi setengahnya, angkat dan tambahkan madu. Teh daun alpukat siap diminum.

 

Source: https://www.merdeka.com/






Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan komentar, tolong sopan ya :')

Recent Posts