Peran Ilmu Kimia Dalam Masa Pandemi Covid-19

 Peran Ilmu Kimia Dalam Masa Pandemi Covid-19

 


 

Dalam kehidupan ini kita tidak luput dengan yang namanya kimia. Kimia begitu dekat dan akrab dengan kehidupan manusia. Mulai dari hal sederhana hingga kompleks. Ketika dunia ini dihadapkan dengan adanya pandemi virus covid-19 seperti sekarang ini, kehidupan masyarakat utamanya dalam bidang kesehatan menghadapi masalah yang begitu serius. Namun, selain menjaga kesehatan masyarakat juga dituntut untuk tetap menjaga produktivitasnya di tengah pandemi ini dengan tatanan baru. Berikut peran ilmu kima dalam masa pandemi covid-19:

 

1. Hand Sanitizer

Dalam hal ini kontribusi kimia sangat terasa, salah satunya dengan dianjurkannya mencuci tangan menggunakan hand sanitizer.  Hand sanitizer sendiri merupakan produk dari hasil olahan bahan kimia. Sedangkan hand sanitizer sendiri sesuai dengan anjuran WHO terdiri dari beberapa komposisi kimia diantaranya adalah alkohol dengan kadar minimal yang diperbolehkan adalah 70%. Senyawa alkohol merupakan bahan yang efektif untuk membunuh mikroba dan mampu membunuh bakteri-bakteri patogen dalam waktu 10-20 detik. Melihat keadaan ini, kimia telah mampu membuktikan peran pentingnya bagi keberlangsungan hidup manusia di masa pandemi ini.

 

2. Sabun

Adapun prinsip kerja dari sabun untuk membunuh virus adalah membentuk emulsi dengan suatu kotoran, di mana bagian ekor yang akan mengikat kotoran, serta bagian kepala yang akan berinteraksi dengan air pembilas. Interaksi ini menjadi cukup menarik manakala sabun melakukan kontak dengan virus Covid-19, sabun yang kontak dengan virus Covid-19 akan segera bekerja untuk membentuk ikatan kimia antara bagian hidrofobik dari sabun dengan bagian lemak yang ada pada dinding virus. Karena salah satu bagian dinding virus Covid-19 adalah lapisan lemak bilayer.

 

3. Kimia Komputasi

Teknologi yang semakin maju menghadirkan sebuah studi kimia yaitu kimia komputasi yang mengolaborasikan antara ilmu kimia dan komputer yang mana mampu melakukan sebuah penelitian mengenai virus Covid-19 ini. Peneliti kimia komputasi dapat melakukan kajian awal tentang perkiraan molekul yang cocok untuk reseptor, baik dari senyawa hasil sintesis maupun hasil isolasi. CADD (Computer-Aided Drug Design) memungkinkan adanya percepatan penemuan obat untuk penanganan pasien akibat infeksi virus COVID-19 sehingga pasien dapat lekas sembuh serta mengurangi potensi rasio kematian bagi pasien rentan.

 

4. Pengelolaan Limbah Medis Dengan Metode Kristalisasi Polimer

Menggunakan prinsip sifat plastik secara umum, kristalisasi polimer akan dapat membunuh virus dengan melalui dua tahapan, yaitu pemanasan dalam suhu 115 derajat Celsius dan pencampuran pelarut berupa alkohol.

 

5. Pengelolaan Limbah Medis Dengan Metode Autoklaf

Pengelolaan limbah medis bisa dilakukan dengan metode autoklaf atau penguapan. Metode autoklaf memperlakukan limbah medis menjadi steril dengan cara menggunakan uap panas, dicacah, dan akhirnya dibuang ke TPA. Penanganan limbah APD dengan cara penguapan bisa dilakukan dengan memisahkan sesuai jenisnya terlebih dahulu. Setelah itu, bawa limbah ke fasilitas penampung sementara dan simpan selama 3 hari. Gunakan autoklaf yang dilengkapi dengan mesin pencacah sebelum membawa limbah ke TPA bersama sampah lainnya.

 

Maka dari sini, kontribusi kimia dalam upaya pencegahan dan penanganan virus Covid-19 ini begitu nyata. Kimia mampu membuktikan bahwa kehidupan tanpa kimia itu tidak akan ada. Kimia mampu hadir dalam segala aspek kehidupan dan kehidupan tidak akan pernah luput dari kimia baik sebelum adanya pandemi covid-19 maupun setelahnya.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan komentar, tolong sopan ya :')

Recent Posts