COVID-19 VACCINE

 

COVID-19 VACCINE


   Pada bulan Juli, Indonesia kedatangan dua jenis vaksin Covid-19 yakni Sinopharm dan AstraZeneca. Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengungkapkan bahwa vaksin Sinopharm yang datang sebanyak 1.408.000 dosis atau setara 704.000 vial. Vaksin tersebut tiba dengan dibawa pesawat Garuda Indonesia nomor GA 891 dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Ini merupakan kedatangan vaksin ke-27 Indonesia.

1.  Sinopharm

         Melansir penjelasan Badan Kesehatan Dunia (WHO), vaksin berjenis inactivated adalah vaksin yang menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk mengekspos sistem kekebalan terhadap virus tanpa mengambil risiko respons penyakit yang serius. Vaksin asal China ini menjadi vaksin yang memiliki efektivitas paling tinggi yakni sebesar 79%. Jenis vaksin ini sudah melalui uji klinis fase 3 dan sudah mendapatkan izin untuk penggunaan darurat dari otoritas kesehatan China. Sejauh ini belum ada laporan yang menyebutkan timbulnya efek samping pasca pemberian vaksin Sinopharm. Dosis yang diberikan vaksin Sinopharm adalah 2 dosis (0,5 ml per dosis) dengan jarak 21 hari. Vaksin Sinopharm juga merupakan vaksin pertama yang dilengkapi dengan pemantau suhu pada botol vaksin. Stiker kecil pada botol vaksin akan berubah warna saat vaksin terkena panas dan memberi tahu petugas kesehatan apakah vaksin tersebut dapat digunakan dengan aman atau tidak. Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan "Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) dari penggunaan vaksin Sinopharm bersifat ringan seperti bengkak, kemerahan, sakit kepala, diare, nyeri otot, atau batuk. Vaksin Sinopharm juga telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

      2. AstraZeneca 

    Vaksin AstraZeneca menggunakan virus adeno hidup (adenovirus) yang telah dimodifikasi sebagai 'pengirim' protein khusus. Protein tersebut akan menginstruksikan sel tubuh untuk memproduksi sebagian kecil dari virus Corona yang kemudian memicu respons imun. Adenovirus sendiri dikenal sebagai virus yang tidak berbahaya. Dilansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Pada vaksin viral vector, virus yang tidak berbahaya ini akan masuk ke dalam sel tubuh lalu mengirim instruksi pembuatan sebagian kecil virus penyebab COVID-19. Bagian tersebut merupakan protein mirip paku (spike protein) yang ditemukan pada permukaan virus COVID-19. Sel kemudian menampilkan protein ini lalu sistem imun kita mengenalinya sebagai benda asing. Ini akan memicu sistem imun menghasilkan antibodi dan sel-sel imun lainnya untuk melawan apa yang dianggap sebagai infeksi. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) Vaksin AstraZeneca disebut WHO 63,09% efektif dalam mencegah kasus COVID-19 bergejala. Komnas KIPI menyebut ada sekitar 9.000 kasus KIPI non-serius dan 18 kasus KIPI serius terkait penggunaan vaksin AstraZeneca hingga bulan Mei. Keluhan non-serius yang ditimbulkan vaksin AstraZeneca kurang lebih sama yaitu demam, nyeri, mual, hingga lelah. Hanya saja untuk vaksin AstraZeneca diingatkan ada risiko terjadinya masalah pembekuan darah. Hal ini terutama terjadi pada penerima vaksin AstraZeneca berusia muda. Vaksin AstraZeneca dosis kedua diberikan dalam rentang waktu 12 minggu atau sekitar tiga bulan.

Sumber :

health.detik.com / who / kompas / biofarma

bbc.com / kumparan / wartaekonomi



Share:

1 komentar:

  1. Thunderbird Casino Review | $1600 Match Bonus | $1000
    Play Thunderbird Casino! This game offers players a full online 메리트카지노 casino 12bet experience in one place, with over 30000 titles including 샌즈카지노 popular slots,

    BalasHapus

Silahkan komentar, tolong sopan ya :')

Recent Posts