Matahari Artificial Yang Lebih Panas dari Matahari

Matahari Artificial Yang Lebih Panas dari Matahari  





Hallo sobat tekkim!

Kembali lagi nih di artikel kimia, di edisi kali ini kita mau bahas matahari buatan. Matahari bisa dibuat?

Tentu bukan matahari beneran yaa, tapi ini adalah reaktor nuklir yang belakangan ini di buat oleh negara China. Matahari Buatan’ yang disebut HL-2M, adalah reaktor fusi di Southwestern Institute of Physics (SWIP) di Chengdu. Reaktor menghasilkan tenaga dengan menerapkan medan magnet yang kuat ke hidrogen untuk mengompresnya hingga menciptakan plasma yang dapat mencapai suhu lebih dari 150 juta derajat elcius.  Suhu ini 10 kali lebih panas dari inti matahari dan menghasilkan sejumlah besar energi ketika atom melebur bersama. Plasma terkandung dengan magnet dan teknologi supercooling. Tokamak adalah salah satu dari beberapa jenis perangkat kurungan magnetik yang dikembangkan untuk menghasilkan daya fusi termonuklir yang terkontrol.

Yang bikin beda dari reaktor nuklir lain itu apa ya?, reaktor nuklir ini digerakan dengan menggunakan reaksi fusi nuklir. Menurut Ahli nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Zaki Su'ud, reaksi nuklir terbagi menjadi 2 kategori besar yaitu reaksi fusi dan reaksi fisi.

            Reaksi fusi adalah penggabungan dua inti ringan menjadi inti lebih berat dengan melepas sejumlah besar energi. Sedangkan pembelahan inti berat menjadi dua bagian dan sejumlah netron serta sejumlah besar energi. Biasanya pembangkit listrik tenaga nuklir memanfaatkan reaksi fisi, sedangkan matahari buatan di negara China memanfaatkan reaksi fusi.


Bedanya apa ya?  Pada reaktor fisi nuklir, reaksi yang terjadi adalah neutron menumbuk U-235 atau Pu-239 kemudian terjadi fisi dengan melepas sejumlah energi. Karena neutron tak bermuatan listrik maka proses reaksi fisi ini dapat berlangsung pada energi rendah karena tak ada gaya tolak Coulomb antara netron dengan inti uranium-235 atau plutonium-239. Sedangkan Pada reaksi fusi, hidrogen bereaksi dengan Deuterium atau Tritium untuk menghasilkan helium-4 dan melepas sejumlah energi. Karena Deuterium dan Tritium bermuatan listrik maka terjadi gaya tolak Coulomb saat keduanya bertumbukan.

 

            Kenapa bisa disebut matahari artificial  ya? Selain karena panasnya, reaktor HL-2M ini juga memanfaatkan prinsip reaksi yang sama seperti matahari yaitu reaksi fusi, Namun, reaktor fusi masih pada tahap baru lahir. Dua tantangan utama adalah menjaga suhu di atas 100 juta derajat celcius dan beroperasi pada tingkat yang stabil untuk waktu yang lama. Dia menambahkan bahwa tonggak berikutnya mungkin untuk menjaga stabilitas selama sepekan atau lebih. Lin Boqiang, direktur China Center for Energy Economics Research di Xiamen University menambahkan bahwa jika teknologi nuklir ini dapat diterapkan secara komersial, itu akan memiliki manfaat yang sangat besar.

Namun, Lin mengingatkan bahwa karena teknologi ini masih dalam tahap percobaan, dan masih membutuhkan setidaknya 30 tahun untuk keluar dari lab. Ini lebih seperti teknologi masa depan yang sangat penting untuk dorongan pembangunan hijau China.

 

 

Sumber  : CNN Indonesia.com ; Republika.co.id


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan komentar, tolong sopan ya :')

Recent Posts