Surat Elektronik dan Gas Rumah Kaca

 

Surat Elektronik dan Gas Rumah Kaca


              Zaman sekarang, manusia sudah sangat dimudahkan dengan teknologi termasuk dalam hal berkomunikasi. Banyaknya media untuk berkomunikasi membuat pekerjaan manusia lebih mudah. Terutama, di era pandemi ini. Kemajuan teknologi saat ini membantu kita untuk tetap bisa berkerja, sekolah, bersosialisasi dengan mudah. Salah satu media yang selalu kita gunakan selama pandemi ini adalah surat elektronik alias email. Di era pandemi ini, sebagai pelajar kita biasa menggunakan email untuk mengumpulkan tugas, urusan organisasi, mengumpulkan berkas-berkas, menerima pengumuman, menerima sertifikat, dan masih banyak lagi. Namun, siapa sangka, ternyata email dapat memengaruhi lingkungan lho

              Mungkin, selama pandemic ini kita sering mendengar bahwa bumi menjadi sedikit lebih bersih karena banyak orang yang tidak keluar rumah sehingga polusi udara yang berasal dari transportasi berkurang. Hal itu memang benar, tetapi ternyata Work From Home (WFH) juga dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca hanya karena kita menggunakan email untuk berkerja atau sekolah dalam kehidupan sehari-hari. Saat kita mengirimkan email, maka sama saja dengan membuang 4 gram CO2  ke lingkungan yang tentu akan menyebabkan emisi gas rumah kaca. Bayangkan saja, jika dalam satu kelas terdapat empat puluh orang anak, dan harus mengirmkan tugas melalui surat elektronik, maka sudah ada 160 gram gas CO2 yang terbuah ke lingkungan. Surat elektronik yang dibarengi dengan berkas terlampir yang bisa menyebabkan sampai lima puluh gram CO2 terbuang ke atmosfer. Belum lagi, jika kita menerima email spam, advertisement, dan masih banyak lagi yang dapat menyumbang 0,3 gram CO2 ke atmosfer bumi. Hal, ini sudah diteliti oleh perusahaan keamanan, McAfee. 


             Hal ini bisa terjadi karena setiap kita mengirimkan email akan menyebabkan terjadinya peningkatan serapan listrik. Untuk mengirim ataupun menerima email dibutuhkan energi server yang selanjutnya akan tersimpan di pusat data. Pusat data sendiri menyumbang emisi gas rumah kaca dan sangat boros listrik karena pengguna IT yang akan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Itulah mengapa, menggunakan email juga berdampak pada lingkungan, apalagi Indonesia masih menggunakan batu bara sebagai salah satu sumber energi terutama energi listrik. Maka dari itu, kita sebagai pengguna internet juga bisa berkontribusi walaupun sedikit untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dua persennya disumbangkan dar IT.

       Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan mengganti sumber energi yang digunakan dengan energi terbarukan seperti sinar matahari agar mengurangi emisi gas rumah kaca. Namun, hal itu masih sulit untuk diimplementasikan sampai sekarang. Maka dari itu, kontribusi yang dapat kita lakukan adalah dengan membersihkan email yang tidak penting seperti email spam, advertisement yang sering kita terima setiap harinya. Kita juga bisa meminimalisir penggunaan surat elektronik dengan cara hanya menggunakan email untuk mengirimkan sesuatu yang benar-benar penting. Walaupun kontribusinya terlihat kecil, tetapi jika kita rutin mengerjakannya bisa sangat membantu, lho!

Referensi

https://blog.sintef.com/sintefenergy/this-is-how-we-reduce-data-centers-carbon-footprint/

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1748-9326/abfba1


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan komentar, tolong sopan ya :')

Recent Posts