Pemanfaatan Limbah Tahu Menjadi Biogas

By : KMTK Research Study (KRS)

 

  1. Latar Belakang

Tahu adalah salah satu makanan populer yang biasa dikonsumsi setiap hari oleh orang Indonesia. Proses produksi tahu menghasilkan 2 jenis limbah, limbah padat dan limbah cair. Pada umumnya, limbah padat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan limbah cair dibuang langsung ke lingkungan. Limbah cair pabrik tahu ini memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi. Tanpa proses penanganan dengan baik, limbah tahu menyebabkan dampak negatif seperti polusi air, sumber penyakit, bau tidak sedap, meningkatkan pertumbuhan nyamuk, dan menurunkan estetika lingkungan sekitar.
Banyak pabrik tahu skala rumah tangga di Indonesia tidak memiliki proses pengolahan limbah cair. Ketidak inginan pemilik pabrik tahu untuk mengolah limbah cairnya disebabkan karena kompleks dan tidak efisiennya proses pengolahan limbah, ditambah lagi menghasilkan nilai tambah. Padahal, limbah cair pabrik tahu memiliki kandungan senyawa organik tinggi yang memiliki potensi untuk menghasilkan biogas melalui proses an-aerobik. Pada umumnya, biogas mengandung 50-80% metana, CO2, H2S dan sedikit air, yang bisa dijadikan sebagai pengganti minyak tanah atau LPG. Dengan mengkonversi limbah cair pabrik tahu menjadi biogas, pemilik pabrik tahu tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan tetapi juga meningkatkan pendapatannya dengan mengurangi konsumsi bahan bakar pada proses pembuatan tahu. Dalam pembahasan kali ini, kita akan membahas tentang cara membuat biogas dari limbah tahu. Limbah tahu ini bisa dijadikan bahan untuk dijadikan sebagai energi alternatif dengan melalui

 

 

 

 

 

 

  1. Proses Pembuatan
  2. Pembuatan Tahu

Proses pengolahan limbah tahu hingga menjadi biogas. Awal mulanya, dibutuhkan 500 kuintal kedelai. Kemudian kedelai direndam beberapa waktu untuk selanjutnya ditiriskan sebelum dimasak selama 15 menit. Setelah diolah hingga membentuk satu loyang  tahu yang siap potong.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pembuatan Biogas

proses pembuatan biogas ini ialah menyaring limbah cair tahu ke dalam sebuah bak penampungan berukuran sedang.  Setelah itu, air limbah ditampung di sebuah wadah untuk proses fermentasi.  Dari wadah tersebut akan dihasilkan biogas yang lantas disalurkan ke pipa paralon dan siap digunakan untuk memasak.

 

 

 

 

 

 

 

 

  • MANFAAT

Tahu merupakan sumber protein yang baik untuk membantu menjaga kesehatan jantung serta bisa untuk menurunkan risiko kanker karena tahu mengandung isoflavon yang bermanfaat dalam mengurangi risiko terkena kanker. Penelitian tentang asupan kedelai dan kanker endometrium menunjukkan,  bahwa konsumsi  produk seperti tahu yang lebih tinggi dapat mengurangi risiko kanker endometrium pada wanita pasca menopause, dapat membantu menuunkan resiko anemia,  dan kadar kolesterol karena tahu akan menyerap minyak goreng dan cairan lain yang terakumulasi dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit.

Produk yang dihasilkan dari pengolahan limbah tahu cair adalah biogas. Biogas sangat bermanfaat bagi alat kebutuhan rumah tangga/kebutuhan sehari-hari, misalnya sebagai bahan bakar kompor (untuk memasak), lampu, penghangat ruangan/gasolec, suplai bahan bakar mesin diesel, untuk pengelasan (memotong besi), dan lain-lain. Sedangkan manfaat bagi lingkungan adalah dengan proses fermentasi oleh bakteri anaerob (Bakteri Methan) tingkat pengurangan pencemaran lingkungan dengan parameter BOD dan COD akan berkurang sampai dengan 98% dan air limbah telah memenuhi standard baku mutu pemerintah sehingga layak di buang ke sungai. Biogas secara tidak langsung juga bermanfaat dalam penghematan energi yang berasal dari alam, khususnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (minyak bumi) sehingga sumber daya alam tersebut akan lebih hemat dalam penggunaannya dalam jangka waktu yang lebih lama lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. LAMPIRAN

 

 

 

Please follow and like us:

Leave a Reply