Pendidikan Perempuan Untuk Generasi Masa Depan

       Perempuan merupakan madrasah pertama bagi keluarganya terutama anaknya. Seorang perempuan yang akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas juga harus menjadi perempuan yang cerdas pula. Dalam dunia pendidikan yang eksistensinya semakin hari semakin berkembang tentunya membawa efek pada persaingan di dunia luar. Perempuan yang pada umunya dianggap lemah, namun sebenarnya banyak kaum perempuan yang kurang sepakat akan hal itu. Pada nyatanya banyak perempuan yang mengukir sejarah sebagai seorang pahlawan wanita, tentu pahlawan dalam zaman kuno maupun modern juga harus tetap memiliki pemikiran yang cerdas. Salah satu pahlawan wanita yang terkenal yaitu RA Kartini, yang memperjuangkan hak-hak seorang perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan seorang pria. Pada zaman dahulu seorang perempuan jangankan untuk duduk di bangku pemerintahan, kepercayaan terhadap perempuan saja sangat diragukan dan untuk mengenyam pendidikan pun ditentang keras. Namun, sekarang Indonesia kita sudah cerdas, menghargai perjuangan pahlawan wanita kita yang telah memperjuangkan hak seorang perempuan. Untuk saat ini permasalahan yang sering dihadapi bukan lagi masalah kepercayaan tetapi masalah dalam segi ekonomi.

       Wajib belajar 9 tahun yang telah dicanangkan oleh pemerintah untuk saat ini pasti sangat kurang. Lulusan SMP atau SMA saja pasti sangat sulit untuk mendapat pekerjaan. Dan pada akhirnya banyak kaum perempuan yang memutuskan untuk menikah yang difikirkannya akan menjadi lebih mapan hidupnya, atau bekerja menjadi seorang buruh, padahal jika dilihat dari segi usia, usia menginjak dewasa adalah usia dimana gairah belajar semakin meledak dan usia yang pas untuk merintis sayap kesuksesan. Sangat miris bukan?. Sekarang kembali lagi kefaktor permasalahannya yaitu biaya yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan. Tidak semua perempuan di Indonesia berasal dari keluarga yang mampu. Dan keluarga yang mampu juga belum tentu bisa menyekolahkan anaknya ke bangku yang lebih tinggi karena dengan berbagai faktor permasalahan yang ada, misalnya jumlah anak dalam keluarganya yang banyak, atau adanya permasalahan internal yang juga memakan biaya yang besar, dan masih banyak lagi alasan-alasan mengapa tidak dapat membiayai pendidikan anaknya. Dan banyak juga anak-anak perempuan yang memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu untuk dapat membiayai pendidikannya, namun tak sedikit juga yang sudah mendapatkan kesempatan kuliah namun ditengah jalan mulai terhambat pada biaya, dan permasalahan tersebut kini sedang menjadi marak-maraknya masalah yang dihadapi oleh para mahasiswa. Kartini-kartini baru yang mulai tumbuh di Indonesia, generasi penerus bangsa dan calon ibu cerdas yang akan melahirkan anak-anak yang cerdas sangat membutuhkan bantuan biaya dari berbagai pihak yang perduli akan hak seorang perempuan. Setinggi mungkin pendidikan yang ditempuh seorang perempuan, seberapa hebatnya perempuan harus tetap menghargai kaum pria yang telah dipercayai untuk menjadi seorang pemimpin. Untuk dapat berdampingan dengan seorang pemimpin yang hebat dan dunia yang semakin keras kita perlu menyadari betul akan pentingnya pendidikan untuk kaum perempuan. Untuk para kaum perempuan, tetap semangat dan bangkit untuk Indonesia kita yang cerdas, Indonesia bagaikan emas, dan teruslah mengukir prestasi. 

Ditulis oleh : Is 

Please follow and like us:

Leave a Reply